Betis halus seperti sutra berbentuk butiran beras yang dipenuhi bulu halus yang kontras dengan kulit putih bersih. Pahanya semakin tinggi dan tinggi, dan rambutnya yang halus juga semakin tinggi dan ringan, menghiasi dirinya. Gerakannya keibuan, lembut dan tenang penuh kedewasaan. Suaranya merdu, sedikit mendesah dan bersemangat. Suaminya, Pak Widyo, berusia 53 tahun dan bekerja di perusahaan minyak asing. Mereka memiliki 3 anak dari pernikahan mereka. Dua anaknya meninggal saat masih anak-anak dalam kecelakaan mobil, satu-satunya yang masih hidup adalah Rudi, 18 tahun, yang masih duduk di bangku SMA.
Keinginan untuk memiliki keturunan tidak terpenuhi karena Ibu Ambar harus mengangkat rahimnya karena gejala kanker rahim. Karena itu, perhatiannya pada Rudi sangat dilebih-lebihkan. Sejak kecil, mereka selalu memanjakan Rudi dan memenuhi semua keinginannya, bahkan dengan cara apapun. Ketika Rudi sedikit lelah, dia mengaduknya. Kejadian bermula saat Pak Widyo sedang bertugas memeriksa ladang minyak lepas pantai yang baru. Di rumah, Puan Ambar, Rudi dan seorang asisten setengah baya bernama Mbok Inah sudah menunggu.
Seperti biasa, Rudi belajar malam untuk menghadapi Ebtanas minggu depan. Dia sibuk dengan hal-hal praktis ketika ibunya datang dengan makanan ringan dan majalah. Rud, hari ini hadiah dari Bogor untuk membantumu belajar, kata ibunya sambil meletakkannya di meja Rudi. Saat datang, kenapa tidak mendengar suara mobil, tanya Rudi yang masih memikirkan pertanyaan sulit di hadapannya. Eben Rud, ibuku yang memakai baju renang saat mandi, jawab ibunya.
Saya ingin membaca majalah di kamar Anda sambil menunggu air panas, lanjut ibunya yang berbaring di tempat tidur di belakang meja Rudi. "Bisa, tapi jangan tidur larut malam apalagi mandi," kata Rudi. Singkat cerita, Rudi kemudian kembali memusatkan perhatiannya pada studinya. Akhirnya, setelah hampir satu jam, dia merasa matanya mulai lelah, dia memutuskan untuk tidur. Saat Rudi bangkit dari kursinya dan berbalik, tatapannya jatuh pada sosok melengkung yang meringkuk di tempat tidurnya. Rupanya karena terlalu lelah, ibunya pun tertidur. Posisi tidur tidak nyaman.
Tangannya berada di belakang punggungnya sementara kakinya terbentang lebar seolah-olah dia sedang melahirkan. Baju renang ibunya yang selututnya terbuka, membuat paha putih mulus ibunya terlihat jelas. Rudi belum tahu harus membangunkan ibunya dulu atau memanfaatkan tontonan yang luar biasa dan langka ini. Sebelumnya, dia tidak pernah berpikir kotor tentang ibunya sendiri, tetapi untuk beberapa alasan dan iblis apa yang merasukinya, dia merasa terangsang ketika dia melihat paha ibunya yang terbuka. Jantungnya berdetak kencang, dia perlahan mendekati tepi tempat tidur.
Dia mengamati tubuh montok ibunya dan wajah keibuannya yang cantik dari ujung rambut hingga ujung kaki. Rudi menyadari bahwa ibunya sangat cantik dan bersemangat. Kemudian dengan tangan gemetar ia berani membelai kaki ibunya hingga pahanya. Kulit ibunya begitu halus, lembut dan hangat. Saat dia menyentuh pahanya yang berbulu, Rudi merasakan panas mengalir ke telapak tangannya. Klitorisnya menjadi keras dan celananya ketat dan ketat. Jantungnya berdebar kencang saat dia terus mengusap ujung jubah mandi ibunya.
Riwayat seksual ibu dan anak bloody Sex Story - Kulitnya terasa lebih hangat dan basah sementara tangannya bergerak lebih jauh ke bawah kaki ibunya yang layaknya belalang. Gerakannya berhenti ketika dia merasa sudah menyentuh rambut halus yang benar-benar tebal dan menyentuh tumpukan daging yang begitu lembut dan hangat. Dia meraba-raba tumpukan daging yang hangat dan lembut sejenak. Selanjutnya, sebab penasaran, dia menggunakan jubah mandi ibunya. Menjadi sekarang di depan matanya dia udah menumpuk celah selangkangan dan pinggul ibunya yang tinggi dan gemuk. Rambut halus yang terlalu lebat tampak tumbuh di kira-kira anus, berasal dari tulang kemaluan sampai perut bagian bawah. Rambut kemaluan ibunya amat panjang dan tebal untuk menutupi sedikit rambut kemaluan ibunya.
Cerita Sex Birahi mama Dan Anaknya
Ia lalu menyisir rambut kemaluan di kira-kira kemaluan ibunya. Menjadi sekarang alat kelamin ibunya terlihat mengetahui. Gundukan daging yang memanjang di sepanjang selangkangan terlihat lembut dan berwarna sedikit lebih gelap. Kalau dilihat lebih dekat, sepertinya mulut monster berkerut. Tentu disebut Labium majora (Bibir besar) layaknya di atlas anatomi, pikir Rudi. Mencuat berasal dari celah di atas bibir monster seukuran kelapa tersebut adalah segumpal daging kemerahan seukuran kacang polong.
Jikalau tersebut penting klitoris, pikir Rudi sambil mengusap benjolan yang menggumpal. Sesudah itu dia menggerakkan jari-jarinya ke bawah untuk menyentuh lipatan daging memanjang yang menyerupai daging buah zakar laki-laki. Wah, sepertinya labia minora ibuku benar-benar robek, tentu dikarenakan terlampau segudang digunakan olehmu dan sementara melahirkan, pikir Rudi. Hidungnya lantas ditinju ke muka penis seukuran bakso. Sambil mengelus bulu-bulu di lebih kurang kemaluan ibunya, Rudi mencium bau khas kemaluan ibunya yang menyengat kemaluan ibunya. Tak bahagia, ia konsisten menjilati semua selangkangan ibunya.
Hingga sekarang, alat kelamin di depannya basah oleh air liur. Dia menjulurkan lidahnya yang panjang ke arah klitoris dan menggelitiknya bersama ujung lidahnya. Kala mencoba terhubung ikatan gaun tersebut bersama dengan satu tangan, dia mengakses kancing kemejanya dan membukanya, menyatakan lebih segudang tubuh montok ibunya. Paras Rudi sahih-sahih tenggelam oleh penis besar ibunya sementara dia mengarahkan wajahnya ke permukaan vaginanya untuk membiarkan lidahnya memasuki bibir monster tersebut. Usahanya bukan berhasil sebab bibirnya begitu tebal dan tebal agar ujung lidahnya sebatas mampu meluncur ke celah kecil di antara bibir monster tersebut. Dia merasakan tumpukan daging yang amat lembut, hangat dan sedikit lembab.
Pas tersebut, Puan Ambar masih terbuai didalam mimpi, mirip sekali bukan sadar apa yang dilaksanakan anak yang amat dicintainya tersebut. Dia tampak sahih-sahih lelah sesudah seharian berada di luar kota menghadiri pernikahan kerabat jauhnya. Dengkurannya semakin keras. Masih membenamkan wajahnya di kemaluannya yang besar, Rudi beroleh payudara ibunya yang berukuran kelapa bersama dengan tangannya. Dia bersama dengan lembut meremas payudara yang halus, putih dan melengkung. Terasa hangat dan kenyal. Lantas tangannya bergerak di lebih kurang puting susu merah tua yang dikelilingi oleh bagian berwarna cerah bersama diameter besar.
Kala tangannya memijat puting bersama dengan lembut, ia merasakan payudara ibunya mengencang, terutama di daerah puting. Denyut di alat kelamin ibunya juga dapat dirasakan di bibirnya. Pas tersebut, ibunya terlihat terengah-engah di dalam tidurnya dan merintih pelan layaknya orang yang terengah-engah. Sementara Rudi lihat aktualisasi diri paras ibunya yang terlihat layaknya tengah orgasme di film porno yang ditontonnya, Rudi semakin terangsang. Kala lidahnya menggelitik klitoris ibunya, dia menyelipkan jari-jarinya ke vulvanya. Semakin di dalam Kamu pergi, semakin hangat, basah, dan lembut.
Tersedia pijatan lembut terhadap vagina ibunya yang membawa dampak jari-jarinya terasa layaknya dicubit. Semakin lama lubang tersebut semakin basah bersama cairan bening yang lumayan lengket sampai terlihat basah kuyup selagi mengeluarkan jarinya. Ibunya mengerang lebih keras sekarang, terengah-engah didalam tidurnya. Rupanya ia tengah bermimpi selagi alat kelamin dan payudaranya dipermainkan oleh anaknya. Pinggulnya mulai menggeliat dan kakinya membentur kasur. Lihat tingkah sang ibu yang amat menggoda, Rudi konsisten terjadi tanpa berpikir melepas baju dan celananya. Selama ini dia juga berdiri telanjang di depan tubuh telanjang ibunya.
Tubuhnya terlihat besar dan berotot dan penisnya kuat dan besar. Uretra penis berbentuk patung membatasi penis bersama panjang 20 cm dan diameter 5 cm. Subjek penisnya yang seukuran bola tenis berwarna merah muda dan mengangguk seolah-olah penisnya terlampau besar untuk ditopang oleh batangnya. Maksudnya memasukkan penis ke didalam vagina lebih berasal dari tersebut, namun lubangnya kudu memadai. Sekarang dia membandingkan ujung penisnya bersama dengan penis ibunya yang seukuran semangkuk bakso. Kisah seorang ibu dan putrinya yang penuh kemewahan
Tampaknya dipaksakan, pikirnya lantas. Sesudah itu dia naik ke area tidur dan mereplikasi kakinya di antara kaki lebar ibunya. Dia menusukkan ujung penisnya ke mulut monster yang hangat dan lembut tersebut. Bersama dengan satu tangan diarahkan, dia mencoba memasukkan mulutnya ke di dalam vagina merah mudanya, sesudah terhubung celah lebar bersama tangan lainnya. Mulut jalan lahir ibu terlihat terlalu sempit, tapi lumayan licin gara-gara lendir yang keluar tadi. Meremas pantatnya bersama dengan keras, lebih dari satu kepala kemaluannya berhasil masuk ke mulut vaginanya yang tampak kencang.
Rudi merasakan sedikit nyeri di bagian kepala penis implikasi cengkeraman vagina yang kuat. Sedangkan ibunya mulai tunjukkan pencerahan di dalam tidurnya. Sebelum ibunya sahih-sahih terbangun, Rudi bersama dengan kuat menjepit pinggulnya di selangkangan ibunya sambil membaringkan tubuhnya di atas tubuh ibunya yang telanjang. Ayamnya bersama cepat memasuki lubang yang agak sempit. Nada Prrtt... menggema keras selagi penis besar Rudi mengusap permukaan vagina ibunya. Bu Ambar langsung bangun, jelas bahwa tubuhnya berat di bawah beban putranya yang tinggi.
Terhadap pas tersebut, penisnya juga benar-benar sakit dan terasa layaknya akan dicabut oleh energi benda bulat yang besar dan panjang. Dia merasa selangkangannya retak bersama sesuatu yang panas dan berdenyut. Perutnya sedikit sakit dikarenakan energi benda tersebut. Jalan lahirnya terasa layaknya akan pecah gara-gara beratnya suatu benda besar yang terasa layaknya memasuki rahimnya. Kala memergoki anaknya melakukannya, Bu Ambar kaget. Langsung dia mencoba mendorong tubuh kuat putranya yang meremas keras tanpa sandang padanya.
Kakinya membentur kasur dan dia menggoyangkan dan mengetuk pinggulnya untuk melepaskan porosnya berasal dari benda seukuran knalpot sepeda motor. Tapi, Rudi jadi lebih nyaman bersama dengan gerakan berdenyut ibunya pas penisnya mulai bergetar di jalan lahir. Dia sanggup merasakan lubang di mulutnya terasa terlalu panas dan berdenyut. Tubuh gemuk ibunya, digendong didalam pelukannya, terasa hangat dan lembut.
Rud apa yang anda melakukan ibu, lepaskan, lepaskan..! Ibunya menangis pelan, takut membangunkan Mbok Inah yang masih bergelut bersama tubuh besarnya yang berusaha kabur. Bu, Rudi mengidamkan dicium layaknya pernah, bersama Rudi memeluk tubuh polos ibunya semakin erat. bulat Bukan barangkali Rud. Aku ibumu, anakku, kata ibunya dan mulai mengistirahatkan perlawanan bersama sia-sia. Postingannya hilang. Tubuhnya telanjang, ketat dan kakinya terbentang lebar hingga selangkangannya tertutup oleh sesuatu yang begitu besar. Mama, Rudi sebenarnya idamkan dipanggil Mama. Kecuali Kamu bukan menginginkannya, Kamu bukan akan mencintai Rudi kembali.
Rudi sebatas mendambakan melacak PSK di pinggir jalan, kata Rudi kasar. Bukan, Rudi bukan dapat melaksanakan tersebut terhadap wanita dursila. Nanti jika anda sakit parah, ibuku akan sedih, kata ibunya lembut sambil mengelus lembut rambut Rudi. Ya, sebab udah larut, Rudi Ibu Kelonin. Namun jangan bilang ayah, nanti dia marah, lanjut ibunya pelan dan tersenyum penuh kasih. Menjadi Rudi sanggup melakukannya, Bu. Menerima kasih berlimpah. Ya Bu. Rudi terlampau mencintai ibunya, kata Rudi dan mencium pipi ibunya. Ya, saya juga terlalu menyukai Rudi. Tersebut sebabnya Rudi sanggup laksanakan apa saja bersama ibunya. Yang berarti Rudi bukan membiarkan kegembiraannya pergi kemana-mana.
Aku berjanji, Rud, kata ibunya. Iya bu, Rudi juga bukan mau bersama dengan, sebab bukan tersedia yang secantik dan secantik ibu, kata Rudi lalu melonggarkan pelukannya yang erat sehingga ibunya bukan benar-benar berat menanggung beban yang dipikulnya. membawa. . berat badannya. Tetapi Rudi kudu melakukannya bersama suatu planning. Sebab Rudi amat tinggi, bukan layaknya yang selalu dipakaikan ayah untuk ibu, kata Cikgu Ambar meminta pengertian Rudi. Apalagi, postur Rudi mengikuti garis Puan Ambar, dibandingkan bersama dengan ayahnya yang bertubuh kecil dan pendek.
Ya, kini Rudi perlahan bergerak naik turun. Tetapi pelan-pelan, Rud! ibunya menyuruh Rudi untuk membelai rambut anaknya bersama dengan lembut dan penuh kasih sayang. Sekarang Rudi mulai perlahan-huma menggerakkan kemaluannya ke atas dan ke bawah lubang yang hangat dan ketat. Lubang tersebut berdenyut-denyut layaknya inginkan meremukkan kemaluannya. Rasanya enak. Sekarang dia mendekatkan mulutnya ke mulut ibunya. Mereka berciuman bersama terlampau hangat, menempelkan bibir mereka, meludah dan bermain bersama lidah mereka di mulut satu mirip lain. Tangan Rudi mulai bergerak-mobilitas di lebih kurang payudara putih mulus yang mengeras dan jadi lengket. Ia meremasnya perlahan sembari sesekali meremas puting yang sempat keluar.
Tangan Puan Ambar membelai lembut kepala putranya. Dia menggoyangkan pinggulnya yang besar supaya putranya sanggup merasakan kenikmatan di selangkangannya. Terhadap sementara ini, vaginanya mulai jadi lendir kembali, dan gesekan alat kelamin ibu dan bayi mengakibatkan melodi melengking basah. Prrtt.. prrtt.. prrtt.. ssrrtt.. srrtt.. srrtt.. prttt.. prrtt.. Bagasi besar anaknya terlampau mengidamkan merobek belalainya. Vaginanya bengkak dan merah layaknya baru melahirkan. Hal ini menyebabkan saraf kemaluan benar-benar sensitif pada tekanan berasal dari kepala penis anak.
Ujung penisnya terasa layaknya menghendaki membelah selangkangannya. Belum kembali saluran kencing yang besar layaknya cacing yang menonjol di lebih kurang penis anaknya, kenyamanan Bu Ambar dijamin. Meski sedikit perih dan nyeri, kenikmatan penis lebih besar. Tersebut layaknya malam pertama. Sedikit menyakitkan namun enak. Dikarenakan rangsangan Bu Ambar yang hebat, semakin segudang lendir yang keluar dan membanjiri vaginanya. Selagi Rudi mengubur semua kemaluannya, Cikgu Ambar merasakan sesuatu yang besar dan hangat berdenyut di perutnya. Perutnya sekarang sudah menyesuaikan dan berhenti menggeram waktu putranya mendorong keras ke batangnya untuk pertama kalinya.
Bu Ambar kini mulai mencapai puncak nafsu. Vaginanya mulai meremas penis anaknya bersama dengan keras. Dia mengangkat kakinya dan mencengkeram pinggang putranya bersama dengan erat dan tangannya meremas lengan putranya. Bersama dengan lebih dari satu dorongan keras berasal dari pinggulnya, spermanya keluar berasal dari klitorisnya, menyembur dan membasahi klitorisnya. Sesudah tersebut, Bu Ambar ambruk di bawah tubuh putranya yang berat. Kakinya meregang ulang dan menyerah terhadap dorongan cepat Rudi. Lengannya ulang menyatakan bulu ketiaknya yang tebal dan panjang. Paham hal tersebut, Rudi mendekatkan mulutnya ke mulut ibunya sehingga sanggup bernapas lega.
Cikgu Ambar tampak terengah-engah layaknya baru saja lari maraton. Ibu telah tua, Rud. Ini bukan layaknya sebelumnya, tersebut mampu bertahan lama. Energi dan suasana fisik ibu bukan sekuat pernah. Lalu aku bukan mampu menyeimbangkanmu, bisiknya, mengatur napas. Keringat Bu Ambar seolah membasahi tubuhnya, menyebabkan udara semakin panas. Tanpa merasa lelah, Rudi tetap menggerakkan penisnya sambil sesekali menggoyangkan pinggulnya. Sepertinya dia idamkan menggali tiap-tiap sudut jalan bayi yang biasa dia jalani. Melodi lumpur semakin keras gara-gara pori-porinya kini digenangi lumpur tebal agar semakin licin. Riwayat seksual ibu dan anak
Baca juga: Cerita Sex Guru suka Colmek Sampai Organsme
Bu Ambar mulai merasakan sakit di area kemaluannya implikasi gerakan anaknya yang semakin liar dan ganas. Tubuhnya bergetar waktu Rudi meremas pinggulnya bersama dengan keras dan cepat. Plok.. plokk.. ploll.. plookk.. crrpp.. crrpp.. crrpp.. srrpp.. srrpp.. Kebisingan terdengar didalam interaksi ibu-anak. Pelan-Pelan, Rud...! desis ibunya, meringis kesakitan. Kemaluannya sakit dan pinggulnya sakit sebab serangan putranya. Rudi yang merasakan bom meledak di perutnya bukan mengerti bahwa ibunya tergerak, malah konsisten mempercepat gerakannya. Bu Ambar semata-mata mampu pasrah dan diperlakukan layaknya ini.
Dia bukan mengidamkan mengganggu kesenangan putranya. Lebih vital baginya untuk sedia kan daerah yang kondusif dan nyaman bagi anak tercintanya di mana keperluan biologis bisa dipenuhi. Kakinya menyentuh kasur dan pinggulnya yang lebar bergoyang lembut untuk mengimbangi rasa sakit dan kekakuan. Napasnya terengah-engah layaknya orang panas sehabis makan cabai, dan tangannya mencengkeram rambut putranya. Kini Rudi udah mencapai orgasme. Dia memperoleh leher ibunya dan mendorong tubuh ibunya bersama dengan keras sambil menampar pinggul ibunya dan meremas tubuhnya berulang kali.
Air mani berasal dari penisnya mengalir ke rahim dan vagina ibunya. Gara-gara tak terhitung sekali hingga tersedia yang keluar dan membasahi permukaan sprei. Selagi Puan Ambar merasakan tulang pinggulnya layaknya mau roboh implikasi tendangan keras putranya. Tapi dia suka bahwa putranya mampu beroleh kepuasan berasal dari tubuh lamanya. Rudi pada akhirnya ambruk di tubuh ibunya dan keringat membasahi kedua tubuh. Ia mencium bibir ibunya bersama lembut. Bu, menerima kasih, ya. Rudi amat mencintai ibunya, bisik Rudi terengah-engah. Ibu tersayang, Puan Ambar menghela nafas pelan sambil mengelus rambut boneka tersebut.
